You are hereBlogs / roemasa's blog / Pemerintah Cina Cegah Hujan Turun Di Pembukaan Olimpiade
Pemerintah Cina Cegah Hujan Turun Di Pembukaan Olimpiade
TEMPO Interaktif, BEIJING: -- Pesta pembukaan Olimpiade 2008 pada Jumat malam lalu berlangsung meriah. Awan kelabu yang dikhawatirkan mengganggu tak tampak sama sekali di atas kepala. Awan memang ada, tapi mereka terlalu kering dan mentah untuk bisa menumpahkan hujan.
Kembang api memang bukanlah satu-satunya yang menghiasi langit Beijing malam itu. Lebih dari 1.000 roket juga ditembakkan dari berbagai situs dataran tinggi di seputar kota itu. Sebaran bubuk perak beryodium dari roket-roket itulah yang berperan mengusir hujan dari pusat Kota Beijing dan Stadion Sarang Burung, tempat pesta pembukaan itu digelar.
Operasi penembakan roket-roket itu dipandang sebagai yang terbesar yang pernah dilakukan sebagai sebuah teknologi modifikasi cuaca. Operasi penembakan tersebut mencerminkan perjuangan mati-matian Pemerintah Cina untuk melindungi gengsi pergelaran pesta olahraga dunia di negerinya itu dari hujan dan polusi udara.
"Tekanan cuaca basah pada Jumat Sore sangat intensif dengan tingkat kelembapan udara yang sudah melebihi 90%," begitu kantor berita pemerintah, Xinhua, sempat melaporkan.
Dalam kondisi seperti itu, Guo Hu, Kepala Biro Meteorologi Beijing, menjelaskan bahwa sebutir kecil saja partikel dalam awan bisa memicu turunnya hujan deras dan sambaran petir. Karena alasan itu, Guo dan "pasukan artilerinya" sudah siaga melacak pergerakan awan hujan (awan yang berpotensi menurunkan hujan) sejak Jumat pagi pukul 7.20 waktu setempat.
Roket pertama ditembakkan sekitar pukul 4 sore. Diharapkan, tebaran kristal perak beryodium mempercepat proses kondensasi di atas sana, memicu pertumbuhan titik air jauh lebih cepat, dan merangsang hujan turun di tempat. Prinsipnya adalah mementahkan awan sebelum ia semakin tumbuh menjadi-jadi.
Tapi, awan tak mau menyerah dengan mudah. Awan yang tak langsung tercerai sempat memaksa Guo menyebarkan status siaga kuning pada pukul 9.35, atau hanya 90 menit jelang pesta dimulai di Stadion Sarang Burung, sebuah stadion dengan arsitektur unik yang khusus disiapkan untuk Olimpiade.
Itu artinya mereka sudah bersiap menghadapi hujan lebat yang akan mengguyur pusat Kota Beijing. Diperkirakan, hujan akan berlangsung selama satu jam.
Tapi, hujan mulai turun di Baoding, Provinsi Hebei, sebelah barat daya ibu kota. Hujan yang lebih lebat jatuh di Fangshan, pinggiran Beijing, sekitar 40 kilometer barat daya pusat kota.
Pada pukul 10.42, gempuran roket akhirnya benar-benar berhasil mengusir potensi gangguan hujan badai. Seperti ingin lebih memastikan tak ada awan "berbahaya" yang lolos sampai ke pusat kota, beberapa roket masih terus ditembakkan hingga pesta berlangsung separuh jalan.
"Kami menembakkan 1.104 roket pemecah hujan dari 21 titik lokasi di seputar kota pada Jumat sore dan malam, dan berhasil mengganggu pergerakan sabuk awan hujan menuju stadion," kata Guo dengan penuh kemenangan.
Malam itu juga, kantor berita Xinhua memberinya catatan tambahan. "Seiring dengan hujan yang bisa ditahan di lokasi yang jauh, ekstravaganza selama empat jam di dalam Stadion Sarang Burung terbukti menjadi pertunjukan memukau yang menghibur miliaran orang di seluruh dunia," begitu Xinhua melaporkan.
WURAGIL/AFP/WSJ/GUARDIAN
Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2008/08/11/brk,20080811-130333,i...
- roemasa's blog
- Add new comment
- 350 reads
