Box Breaker Hosting

You are hereBlogs / roemasa's blog / Greenbird Kendaraan Kombinasi Pesawat dan Mobil F1

Greenbird Kendaraan Kombinasi Pesawat dan Mobil F1


By roemasa - Posted on 26 August 2008

Greenbird Perkenalkan, Greenbird. Tapi jangan salah, dia sama sekali bukan sejenis burung berbulu hijau. Greenbird adalah kendaraan bertenaga angin yang didesain dengan menggabungkan tiga kendaraan sekaligus. Ada sayap pesawat terbang, ada tiang perahu layar, dan ada teknologi mobil F1 di tubuhnya yang terbuat dari komposit karbon.

Nama itu sengaja dipilih untuk menghormati Bluebird, mobil berbahan bakar bensin yang menciptakan rekor tercepat pada 1960-an, milik Donald Campbell. Pengusaha berwawasan lingkungan, Dale Vince, dan seorang insinyur mesin, Richard Jenkins, berharap bisa mengikuti jejak Bluebird dan Campbell dalam memecahkan rekor.

"Campbell melakukannya dengan bahan bakar yang berlimpah pada saat itu. Kami melakukannya dengan bahan bakar masa depan," tutur Vince. "Campbell memakai mesin berkapasitas besar dan bahan bakar minyak yang berenergi tinggi, sedangkan kami cuma memakai angin."

Untuk memecahkan rekor itu, Greenbird harus melaju dengan kecepatan di atas 187,81 kilometer per jam. Baik Jenkins maupun Vince amat yakin bahwa Greenbird dapat memecahkan rekor yang tercipta pada sembilan tahun lampau atas nama Bob Schumacher yang mengemudikan Iron Duck, kapal anginnya.

Mereka menggambarkan Greenbird sebagai kendaraan yang teknologinya adalah kombinasi antara teknologi pada pesawat terbang dan mobil F1 untuk mencapai kecepatan yang amat tinggi tanpa tenaga mesin. "Kita telah sampai pada akhir masa bahan bakar fosil dan memasuki zaman bahan bakar terbarukan," ujar Vince, direktur pelaksana perusahaan energi lingkungan Ecotricity. "Greenbird adalah simbol terbaik dari masa peralihan yang bersejarah ini."

Di masa depan, kata Vince, tak akan ada lagi mobil yang menggunakan bahan bakar fosil. Semua kendaraan akan menggunakan sumber energi terbarukan, misalnya angin. "Dengan teknologi saat ini, kita dapat mencapai kecepatan yang luar biasa hanya dengan memakai angin," ujar Vince, yang akan menjadi co-pilot Greenbird.

Prinsipnya, Greenbird memanfaatkan aliran udara sama seperti pesawat terbang. Ketika udara mengalir pada sayap horizontal, aliran itu akan mendorong pesawat ke atas dan aliran udara di tiang layarnya akan mendorong kendaraan itu maju. Tenaga itu memungkinkan Greenbird melaju dengan kecepatan empat sampai enam kali lipat kecepatan angin yang sebenarnya, tergantung pada gaya gesek permukaan.

Vince mulai terlibat dalam proyek Greenbird lewat perusahaannya yang bermarkas di Gloucestershire, Inggris. Perusahaan pembuat turbin angin itu telah menjual listrik hijau di seluruh penjuru negeri tersebut sejak 1996.

Greenbird adalah kulminasi pekerjaan selama 10 tahun, ribuan jam kerja, dan lima kendaraan prototipe. "Kami ingin mengembangkan solusi teknis berkemampuan hebat dari sumber gratis yang tersedia, yaitu angin," tutur Jenkins. "Setelah 10 tahun, akhirnya saya menemukan kendaraan yang tepat, tempat yang tepat di dunia, dan dukungan tim yang tepat pula. Yang kami perlukan sekarang adalah cuaca yang baik."

Upaya memecahkan rekor kendaraan angin tercepat memang tidak mudah. Cuaca menjadi salah satu faktor yang amat menentukan apakah Vince dan Jenkins dapat memecahkan rekor Schumacher. "Kami membutuhkan cuaca untuk merealisasikannya," kata Vince. "Danau itu sekarang basah, seharusnya saat ini danau itu kering dan kami membutuhkan wind window, area aliran angin yang dapat mendorong Greenbird," Vince menambahkan.

Lokasi pemecahan rekor, Danau Lefroy, yang terletak 50 kilometer selatan Kalgoorlie, bekas kota pertambangan emas di Australia Barat, juga punya keistimewaan tersendiri. Danau garam kering itu, yang dapat dijangkau dengan satu jam penerbangan dari Perth, dianggap sebagai permukaan alami terbaik di dunia.

"Danau itu luasnya 500 kilometer persegi dan permukaan danau garam itu begitu datar sehingga kami dapat berlayar ke arah mana pun," ujar Vince. "Anginnya juga bagus, tapi ruanglah yang kami butuhkan di situ."

Kedua pria Inggris itu juga berencana memecahkan rekor tercepat di atas es dengan menggunakan Greenbird pada 2009. Vince yakin Greenbird adalah model mobil angin di masa depan. "Angin akan tetap ada di sini, 50 atau 100 tahun lagi. Masa bahan bakar terbarukan akan bertahan lama," ujar Vince.

tjandra dewi | greenbird | windjet | yorkshirepost | bbc

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2008/08/25/brk,20080825-132289,i...



Tags