You are hereBlogs / roemasa's blog / Seorang remaja meng-hack panggilan darurat kepolisian 911
Seorang remaja meng-hack panggilan darurat kepolisian 911
Seorang remaja kota Boston Amerika Serikat dinyatakan bersalah atas tuduhan hacking dan melakukan telepon palsu ke nomer telepon darurat dengan tujuan agar tim SWAT dari kepolisian datang ke rumah korbannya.
Remaja berusia 16 tahun itu dikenal dari nama hackernya yaitu Dshocker. Dalam permohonan tawar menawar, remaja tersebut menerima hukuman 11 bulan di penjara remaja karena dinyatakan bersalah atas hacking dan kejahatan yang ia lakukan sejak tahun 2005 atau ketika ia masih berusia 13 tahun.
Departemen Hukum Amerika Serikat menyatakan bahwa remaja itu melancarkan serangan cyber dari sebuah botnet yang terdiri dari ratusan komputer yang terinfeksi yang ia kontrol dan remaja itu juga menggunakan kartu kredit hasil curian.
Selain atas tuduhan diatas, remaja itu juga dituduh telah melakukan tindakan 'swatting' yaitu tindakan menelpon tim SWAT dari kepolisian dan mengabarkan telah terjadi situasi darurat di suatu tempat. Tentu saja si remaja melakukan itu dengan sedikit trik yaitu melakukan spoofing pada kartu teleponnya untuk menghubungi 911 dan yang akan terlihat nomer teleponnya bukan nomer telepon dia tapi nomer telepon korban yang ia kerjai.
Jika ada seorang yang sudah dewasa melakukan kejahatan ini maka hukumannya akan lebih berat yaitu sepuluh tahun penjara.









